Adrien Brody di 'The Brutalist'. Foto: Courtesy of A24
The Brutalist adalah film yang menarik perhatian banyak orang, terutama setelah penampilan Adrien Brody yang memukau, yang mendapat penghargaan Oscar untuk perannya sebagai Laszlo Toth, seorang arsitek dan penyintas Holocaust.
Banyak penonton yang mengira film ini adalah biografi. Namun, sebenarnya, karakter Laszlo Toth adalah fiksi, meskipun terinspirasi oleh berbagai tokoh dan peristiwa nyata.
Sinopsis Singkat The Brutalist
Film berdurasi 215 menit ini mengikuti kehidupan Laszlo Toth, seorang arsitek Yahudi Hongaria yang selamat dari Holocaust, yang mengalami kemiskinan dan kecanduan obat setelah melarikan diri dari Eropa pada akhir 1940-an.
Kariernya kembali bersinar setelah didanai oleh industrialis kaya dan eksentrik, Harrison Van Buren. Van Buren memintanya untuk merancang dan membangun sebuah pusat komunitas di dekat tempat tinggalnya di Pennsylvania.
Namun, Laszlo menghadapi banyak rintangan dalam proses pembangunan, sebagian besar akibat dari hubungan yang rumit dengan Van Buren, yang mencerminkan sisi gelap pengalaman imigran.
Apakah The Brutalist Berdasarkan Kisah Nyata?
Meskipun film ini sangat realistis, The Brutalist bukanlah kisah nyata. Brady Corbet dan rekan penulisnya, Mona Fastvold, mengembangkan cerita ini dari sejumlah tokoh sejarah, tempat, dan pengalaman pribadi mereka.
Corbet menekankan bahwa film ini terpengaruh oleh banyak arsitek dan penulis nyata serta proyek-proyek yang pernah gagal besar. Ia menyebut Jean-Louis Cohen, seorang sejarawan arsitektur, sebagai salah satu sumber inspirasi utama, terutama karya-karyanya yang membahas arsitektur pasca-perang dan psikologi yang menyertainya.
Salah satu pengaruh penting lainnya adalah buku Hilary Thimmesh, Marcel Breuer and a Committee of Twelve Plan a Church: A Monastic Memoir, yang menggambarkan hubungan antara arsitek dan klien dalam pembuatan sebuah gereja.
Breuer, arsitek yang dibahas dalam buku ini, adalah seorang arsitek terlatih Bauhaus dari Hongaria yang memulai kariernya dalam desain furnitur, mirip dengan Laszlo Toth.
Adegan awal yang mencolok di mana Laszlo merancang sebuah perpustakaan untuk Van Buren terinspirasi oleh proyek realisasi Bibliothèque Nationale de France di Paris, yang mengalami banyak masalah dalam konstruksinya.
Corbet juga tertarik pada Carrara, kota di Italia yang terkenal dengan tambang marmer-nya, yang menjadi lokasi salah satu adegan paling mengejutkan dalam film ini — mencerminkan betapa kapitalisme Barat mengeksploitasi sumber daya alam.
Karakter Laszlo Toth: Apa Ada Tokoh Nyata yang Menginspirasinya?
Walaupun Laszlo Toth adalah karakter fiksi, Corbet menyatakan bahwa ia terinspirasi oleh beberapa arsitek nyata, termasuk Laszlo Moholy-Nagy, seorang arsitek Hongaria lainnya, serta Paul Rudolph dan Ludwig Mies van der Rohe. Keduanya adalah arsitek yang juga merasakan dampak dari Nazi, mirip dengan pengalaman László dalam film.
Menariknya, ada seorang geolog Hongaria bernama Laszlo Toth yang terkenal di tahun 1972 karena merusak patung Pietà karya Michelangelo. Namun, nama Toth sendiri sangat umum di Hungaria, sehingga pemilihan nama tersebut tidak ada hubungannya dengan karakter fiksi dalam film ini.
Apa Itu Brutalisme dalam Arsitektur?
Brutalisme adalah gaya arsitektur yang mementingkan fungsi dibandingkan bentuk, dengan tampilan yang minimalis dan berat secara visual. Ciri-cirinya meliputi penggunaan beton, garis geometris, dan palet monokromatik.
Gaya ini populer dari tahun 1950-an hingga 1980-an dan banyak dipengaruhi oleh pengalaman perang yang mengubah psikologi masyarakat.
Corbet menyatakan bahwa brutalism adalah alegori visual yang tepat untuk menggali trauma pasca-perang. "Gaya ini muncul sebagai respon terhadap apa yang telah dilalui dunia di paruh pertama abad ke-20," tuturnya.
Suasana yang keras dan redup dalam bangunan brutalist memberikan pengalaman sinematik yang unik, memberikan kedalaman emosional bagi penonton.